Cara Sablon Plastisol Blok Glossy

Cara Sablon Plastisol Blok Glossy

Cara Sablon Plastisol Blok Glossy sangat sederhana dan mudah untuk diprakteka oleh pemula.

Apasih keunggulan sablon Plastisol ? kenapa sablon Plastisol lebih disukai dibandingkan dengan sablon Rubber ?

Dijaman sekarang sablon Plastisol lebih banyak diminati oleh para konsumen termasuk yang nulis artikel ini ^_^

karena sablon plastisol mempunyai keunikan dan keistimewaan tersendiri bagi para penggemarnya.

hasil sablon plastisol tahan lama dan tidak mudah pecah, namun akan pecah pada waktunya.

sablon plastisol mempunyai banyak keistimewaan, namun kali ini saya akan berbagi informasi cara sablon kaos menggunakan tinta plastisol desain blok dan hasilnya softhand feel, mengkilap dan rapi.

cara sablon plastisol blok glossy

Baca Juga Cara Sablon Plastisol Glitter

 

Alat dan bahan yang digunakan untuk Cara Sablon Plastisol Blok Glossy :

  1. Kaos yang akan disablon
  2. Screen sablon
  3. obat afdruk /emulsi
  4. coater
  5. Tinta Plastisol merk A B C D E F G H BEBAS sesuai yang sobat miliki
  6. rakel
  7. gambar yang sudah diprint HVS ( hasil print hitam putih )
  8. meja afdruk atau pakai sinar matahari
  9. meja sablon
  10. mesin curing / hot gun
  11. mesin press atau setrika
  12. kertas HVS polos
  13. plastik astralon
  14. kesabaran dan ketelitian, yang terpenting adalah kecintaan kepada seni sablon ^_^

Berikut adalah Tahapan sablon kaos manual menggunakan tinta Plastisol :

1. Tahap pertama

  • oleskan obat afdruk / emulsi film pada permukaan screen. Anda bisa menggunakan spatula atau sendok plastik yang tipis untuk meratakan emulsi film ke seluruh permukaan screen.
  • Pastikan ada bagian screen yang tidak terlapisi emulsi film kira-kira selebar 1 – 2 inch dari frame. Untuk mengoleskan emulsi film ini harus dilakukan di ruang gelap.
  • Gunakan coater untuk meratakan emulsi film di permukaan screen agar ketebalannya sama dan seragam. Biarkan beberapa menit hingga emulsi film mengering.
  • Print gambar desain yang akan disablon. Desain yang diprint harus hitam putih, resolusi gambar dibuat sebaik mungkin.

2. Tahap Kedua

  • Desain yang telah diprint letakkan pada screen yang telah diolesi emulsi film yang sudah kering. Pastikan kertas desain melekat rata tidak menggelembung,
  • tidak berkerut dan tidak terlipat karena akan mempengaruhi hasil desain yang dibuat filmnya pada screen.
  • Timpa kertas desain yang menempel pada screen dengan busa dan pemberat yang rata.
  • Tutup screen, busa dan pemberat dengan plastik sampah warna hitam. Karena dengan menggunakan plastik sampah mempermudah daam membersihkan tempat kerja,
  • karena emulsi film yang berceceran di plastik sampah tinggal dibuang saja, sehingga tidak mengotori tempat kerja.

2. Tahap Ketiga

  • Nyalakan lampu UV atau lampu neon dan biarkan menyala sekitar 10 menit.
  • Cuci screen yang telah dipanasi dengan hati-hati. Pada saat membersihkan bagian yang bukan gambar desain emulsi filmnya tetap melekat, sedangkan bagaian gambar desain emulsi filmnya akan rontok, dibagian ini lah tinta plastisol akan masuk ke kaos.
  • Setelah dicuci biarkan screen kering.
  • Tutup bagian-bagian berlubang yang tinta tidak diperbolehkan keluar ke kaos, terutama bagia yang dekat dengan frame yang memang tidak dilapisi emulsi film. Untuk menutup screen ini gunakan tape yang biasa digunakan untuk mengecat.
  • Kunci screen ada meja sablon.
  • Letakkan kaos pada meja sablon. Pastikan kaos dalam kondisi rata dan cukup kekencangannya, kaos jangan sampai terlipat dan ada tonjolan atau bergelombang. Karena hal ini bisa mempengaruhi kualitas hasil sablon.
  • Turunkan screen.
  • Keluarkan tinta plastisol ke screen sepanjang desain yang akan dicetak. Aduk dan padatkan tinta plastisol diatas screen, sepanjang desain
  • Tarik tinta plastisol sepanjang screen menggunakan rakel. Berikan tekanan secukupnya agar tinta yang keluar dan melekat pada kaos sesuai dengan desain yang diinginkan.
  • Setelah proses sablon selesai khusus tinta plastisol memerlukan pemanasan agar tintanya kering. Panas yang diperlukan sekitar 170oC, dengan menggunakan pemanas khusus seperti curing / flash dryer atau hotgun
  • Untuk Proses finishing harus menggunakan mesin press atau setrika, siapkan kertas HVS polos dan plastik astralon yang akan kita gunakan untuk melapisi hasil sablon ketika di press agar hasil sablon halus dan glossy

Baca Juga Jenis Tinta Sablon Manual

 

Semoga informasi dari kami bermanfaat.

Salam Gesut ^_^